Free Monkey ani Cursors at www.totallyfreecursors.com
Journey to my dream: August 2012

Saturday, 18 August 2012

dreamdelion


ketika angin lembut membawa satu per satu bunga cantik itu, di situlah aku menaruh harapan ku.



bunga yang sangat cantik, putih, aku suka ketika mereka masih utuh, tapi aku lebih menyukai kalau mereka bisa terbang satu per satu, bebas, kemanapun angin membawanya.
walaupun bunga itu cantik, tapi aku tak pernah menaruh keluh kesahku ataupun kebahagiaanku pada bunga itu, mereka bukan penjaga rahasia yang baik. tapi aku bisa berdoa 
dalam harapku pada dandelion-dandelion yang ku petik.dan kemudian ku tiup lembut seihingga satu per satu dari mereka lepas, dan terbang dibawa angin, dan pada saat itu
aku berharap angin membawa mereka ke mimpi-mimpiku, masa depanku.

mimpiku, dreamdelion.

Friday, 17 August 2012

Negeri Salju


setiap akhir tahun di negeri tersebut akan turun butir demi butir es serut. es serut yang paling kusukai!
Warnanya putih, dan dingin.



sayang, aku tinggal di negeri tropis, aku tak pernah menyesalinya, aku hanya.. umm, ingin.
ya, waktu aku masih kecil, aku sering berhayal, ketika aku bangun pagi, lalu ku tengok ke jendela kamarku ber embun,dan aku harus menggosokkan
kaca jendela itu dari salju dengan sikutku sampai pandangan ku tidak kabur. dan aku melihat hamparan es serut yang menggunung beberapa centimeter tebalnya.
ya, itu hanya satu darin sekian imajinasi kecilku. tapi ketika aku mulai tumbuh dewasa, otakku semakin membesar mengikuti rangka kepala, aku makin pandai berpikir,
aku makin ber imajinasi, dan aku memutuskan untuk mewujudkan imajinasi kecil-ku.

mungkin kalau dulu aku masih kanak-kanak, dan aku menceritakan apa yang aku imajinasi-kan ke teman-teman ku mereka akan menganggap itu konyol dan lalu menertawaiku.
 Tapi kurasa mereka lah yang konyol! ya!
aku bisa mewujudkan imajinasi ku! aku bisa!
bukan dengan aku menurunkan salju di negeri ku ini, bukan. itu tidak akan pernah terjadi. tapi aku yang akan menghampiri salju itu!
dengan cara itu aku bisa melihat tumpukkan es serut yang melimpah, lalu ku bawa pulang dan menunjukkannya pada ayah dan ibu, aku yakin mereka akan suka.
aku yakiiin sekali!

Tunggu aku salju, aku akan membuat es serut yang banyak sekali, tunggu ya!

Monday, 13 August 2012

31

Dia 31 ku, milikku..
sementara dia milikku sekarang, entah berapa lama lagi aku masih bisa mempunyai sesosok makhluk ciptaan-Nya yang bisa terlihat indah dimata ku. Bukan, dia tidak indah, dia sempurna, walaupun sebenarnya aku tahu dia jauh dari sempurna. 
Damai memang ketika ku lihat segaris senyum terbentuk dari sudut bibirnya, apalagi kalau tertawa dan itu terjadi karena aku. bukan maksud mendramatisir, senang, bahagia, sampai mau menangis rasanya kalau saya bisa mengulang semua memori yang detil sekali bahkan sampai detik-detik saat langkahku beriringan dengan kedua kakinya.
dia tidak lebih dari sekedar onggokan daging yang diberi ruh dan dapat berfikir, berjalan, melakukan segala aktivitas, namun mengapa rasanya berbeda? dia tidak lebih dari 1 per se trilliunan manusia di bumi, tapi mengapa terasa begitu istimewa? 
Andai aku bisa terus selalu dapat mengiringi langkahnya yang berderap merdu, senyumnya yang istimewa, alunan musiknya yanag sempurna. Ya aku tahu tidak akan bisa selamanya, tapi setidaknya, sampai aku bisa lepas dari ingatan yang sungguh indah yang justru mengusik hidupku, aku baru rela iringan langkah, canda dan semua tentangnya hilang, setidaknya sekarang 31 milikku, ya, itu 31 ku..